Cerpen - Detik-detik



Detik-detik
         
          Mungkin inilah kisah ku... kisah yang teramat perih bagiku… perlahan-lahan ku coba tuk menerimanya,tapi aku masih tak percaya… mungkin inilah takdir yang maha kuasa.
          Aku adalah anak normal seperti kebanyakan orang.tapi kini tidak lagi.. ada sesuatu yang membuat ku merasakan pahit nya penderitaan.tapi ku tak tahu apa yang menyebabkan.
          Dan…awal mula cerita itu berawal pada suatu pagi,pagi yang begitu cerah,menyambut ku dengan suasana yang indah..tapi ternyata,hari itu adalah hari dimana semua awal cerita penderitaan ku di mulai….
          Pada pagi itu,di sekolah ku tengah di adakan pertandingan basket putri.. tim basket ku melawan tim basket sekolah lain.. dengan bersemangat akan ku berikan yang terbaik tuk sekolah ku…!
          Wasit melempar bola,pertandingan pun di mulai..! gerak lincah ku mulai ku tunjukkan.tapi, tiba-tiba konsentrasi ku hilang.aku tiba-tiba teringat sesuatu,hingga tak ku perdulikan bola itu lepas dari tangan ku.entah apa yang ku pikirkan.seketika itu aku terdiam.tiba-tiba rasanya gempa bumi datang,bumi bergoyang,saat itu kepalaku terasa pusing, dan tiba-tiba setetes cairan merah bercucuran jatuh ke lantai.ternyata,bola itu mengenai kepalaku.kepalaku mengalami benturan sangat keras dari bola itu.munkin saat itu aku pingsan dan tak sadarkan diri.
          Setelah aku sadar,aku terheran heran,aku sama sekali tak mengenali tempat di mana aku terbaring saat itu.aku mencoba membuka seluruh folder-folder dalam harddisk otakku tuk mengenali tempat itu..tapi tiba-tiba,kepala ku terasa pusing,pusing itu kembali datang padaku.. tangan ku mencoba memegang kepalaku,tapi aneh rasanya! Sepertinya kepalaku terbalut suatu kain.ku coba terus meraba kain tersebut,dan ternyata kain iyu melilit kepalaku.
          Tiba-tiba datang seseorang berpakaian putih menghampiri ku.ia menanyakan keadaan ku.ia mengatakan aku sedang berada di rumah sakit.dan dialah dokter yang menanganiku.ia menceritakan semua kejadian itu padaku.
          Tapi..sungguh tak pernah ku duga! Ia akan mengatakan ini padaku.. suatu hal yang begitu sangat menyayat perasaanku.dengan rasa tak percaya aku mendengar kan semua yang di ceritakan nya.satu kata yang ku benci,kata yang tadi terucap olehnya.kanker…itulah kata yang begitu sangat ku benci.dokter itu mengatakan bahwa aku menderita kanker otak stadium 4.saat itu aku hanya bisa pasrah.hanya air mata ku yang berlinang mengiringi semua itu.dan dokter pun mengatakan aku hanya bisa bertahan satu bulan lagi.sungguh ingin rasa nya aku tak mengalami kejadian ini.
          Kini aku hanya bisa menangisi diriku.. karna besok tepat satu bulan! Mungkin memang benar besok aku kan pergi..dan  lagi-lagi cairan merah itu keluar dari hidung ku. Menetes jatuh,berceceran.aku tak tahu apa yang harus ku lakukan.hingga aku tak bisa tidur semalaman,menghitung detik detik setiap pergantian jam.aku pun bertanya-tanya dalam hati ku,berapa jam lagikah sisa umur ku? Atau hanya tinggal menit? Atau jangan jangan………hanya hitungan detik?
********

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerpen- Surat Misterius

Cerita rakyat banten - Pangeran pandegelang dan putri cadasari