Naskah drama
Judul drama : Muda
Bisa
Di suatu sekolah, terdapat sebuah
geng yang paling populer di sekolah tersebut. Geng tersebut terdiri dari 3
orang anak perempuan. Mereka adalah Fira, Merry dan Raden. Raden adalah ketua
geng tersebut. Dimanapun dan kemanapun ia pergi, 2 anak buah nya selalu
mengikuti. Di sekolah tersebut ada seorang anak perempuan bernama Sasa. Ia
sangat di benci oleh ketiga anak tersebut.
Raden :”eh liat tuh si sasa
baru dateng.dasar gembel.pakaian nya aja compang camping.”
Merry :”cocok banget sama
mukanya”
Fira :”mana bau lagi.”
Fira menimpali dengan muka sinis sambil memandangi sasa.
Lalu mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak.
Semenit kemudian bu Desy masuk ke
kelas. Bu Desy adalah walikelas mereka.
Bu Desy :”selamat pagi
anak-anak.”
Murid2 :”pagiii buu”
Bu Desy :”kemarin ibu sudah
janji hari ini akan ulangan. Baiklah akan ibu bagikan soalnya. Ingat, tidak ada
contek-mencontek mengerti?”
Murid2 :”mengertii buu”
Namun Sasa tampak kebingungan
Sasa :”duh kemarin kan aku ga sekolah. Tapi
ko semalem ga ada yang ngasih tau yah kalo hari ini mau ulangan”
Raden sedikit tertawa dengan suara tertahan tahan
Merry :”kenapa lo den?”
Raden :”lo tau ga? Gue
sengaja bilang ke anak2 satu kelas buat ga ngasih tau si Sasa kalo hari ini
bakalan ada ulangan. Liat tuh muka Sasa, melas gitu”
Fira :”lo emang kece
banget buat urusan satu ini haha”
Raden :(sambil menepuk2 dada)
“siapa dulu..Raden gitulooh”
Bu Desy yang merasa terganggu lalu memukul papantulis dengan keras
Bu Desy :”Raden,bisa ngga sih
kamu sekali2 jadi wanita solehah? Setidaknya kamu ga banyak ngoceh” ucap bu
Desy seraya membagikan kertas ulangan.
Satu jam berlalu. Waktu ulangan
telah habis. Bu Desy mengambil semua kertas ulangan. Sekitar duapuluh menit ia
memeriksa hasil ulangan tersebut. Bu Desy kemudian mengumumkan hasilnya.
Bu Desy :”nilai kalian sungguh
terlalu! Dari empat puluh anak tidak ada satu orang pun yang lulus KKM. Kalau
begitu,besok ibu adakan remedial. Kalian harus belajar lagi agar bisa lulus KA
KA EM”
Murid2 :”iyaaa buuu”
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Murid2 telah pulang kerumah.
Keesokan harinya di sekolah….
Bu Desy :”Good afternoon anak2”
Merry :”Good morning kali
buu”
Bu Desy :”sekarang Good
afternoon Merry.Sekarang udah jam setengah sebelas”
Fira :”masih jam sembilan
perasaan buu”
Bu Desy lalu melihat jam tangannya. Sedetik kemudian ia menepuk
jidatnya.
Bu Desy :”oh iya lupa!! Maap
anak2 jam ibu mati kemaren pas jam setengah sebelas”
Semua murid pun geleng2. Bu Desy
langsung lanjut membagikan kertas ulangan remedial. Semua anak mengerjakan
dengan teliti. Sasa sebenarnya sudah selesai mengerjakan soal2 tersebut. Namun,
Sasa tiba-tiba ingin buang air kecil.
Sasa :”duh ko kebelet gini
sih. Mmmbb.. Bu, sasa permisi ke toilet sebentar”
Bu Desy :”oke,jangan lama2”
Ketika Sasa sedang pergi ke
toilet, Raden mulai menjalankan aksinya. Ia menukar lembar jawaban nya dengan
lembar jawaban Sasa. Lembar jawaban Sasa yang sudah selesai tersebut ia tukar
dengan miliknya yang sama2 sudah selesai namun dengan menggunakan sistem ‘asal
contreng’. Fira dan Merry langsung mengganti jawaban mereka dan menggantinya
dengan jawaban yang sama seperti Sasa. Sasa kemudian masuk.
Bu Desy :”baiklah anak2, time is
over”
Semua lembar jawaban pun dikumpulkan. Lalu anak2 kembali pulang
kerumah masing.
Keesokan harinya lagi, saat Bu Desy mengumumkan hasil remedial
tersebut…
Bu Desy :”anak2..ibu bangga
dengan kalian.. Ga sia-sia ibu nyuruh kalian belajar. Tapi ada satu anak yang
masih belum lulus KKM. Nilai nya sangat parah, yaitu Sasa”
Sasa :”hah? Apa bu? Tapi
bu, saya udah dengan teliti dan sungguh2 ngerjain soal itu. Saya udah belajar
dengan serius bu..”
Bu Desy :”tapi liat ini…”
(sambil menyodorkan kertas ulangan)
Sasa :”bu.. ini bukan
lembar jawaban sasa. Ini juga bukan tulisan sasa”
Merry :”alah ngeles aja.
Bilang aja malu dapet nilai kecil”
Raden :”ga tau malu banget sih,udah
salah ga mau ngaku lagi”
Sasa :”tapi sumpah den,
ini bukan lembar jawaban yang saya isi… tulisan nya juga beda den..”
Bu Desy :”apa benar sasa ini
bukan lembar jawaban kamu? Tapi disini jelas ada nama kamu”
Sasa :”mungkin ada yang
nuker lembar jawaban sasa bu..”
Bu Desy :”bisa jadi.. coba kita
periksa ulang”
Sasa dan Bu Desy menliti satu
persatu lembar jawaban. Sementara itu Raden tampak cemas
Raden :”MAMPUSS” (sambil
menepuk jidat)
Sasa :”ini dia bu, lembar
jawaban Sasa. Tuh kan
namanya ada yang mengganti. Pasti ada yang nuker”
Belum sempat Bu Des bertanya, Raden sudah mengangkat tangan terlebih
dahulu
Raden :”Bu..mbbb sebenernya
saya bu yang nuker. Saya sengaja nuker karna saya ga bisa sama sekali ngerjain
soal dari ibu”
Merry dan Fira :”iya bu,kita berdua juga”
Bu Desy :”pantesan ibu curiga
kenapa nilai kalian tiba2 jadi gede. Ibu ga mau tau, pokoknya besok kalian
bertiga harus mengikuti remedial ulang”
Raden, Fira dan Merry pun tampak
pasrah. Bu Desy keluar ruangan, Raden kemudian mendekati Sasa
Raden :”Sasa,maafin gue ya”
Sasa :”iya den gapapa”
Raden :”sa..lo mau ga belajar
bareng kita2? Ajarin dong pliss. Gue sama sekali ga bisa”
Sasa pun mengangguk, hari itu
keempat anak tersebut belajar bersama di sekolah hingga sore. Hingga mereka
merasa mampu, belajar bersama itupun diakhiri. Mereka pulang kerumah masing2.
Keesokan harinya..
Bu Desy :”selamat pagi
anak2,karna hari ini khusus acara pengulangan remedial 3 orang anak,mohon anak
yang lain menunggu di luar kelas terlebih dahulu”
Semua anak keluar kelas kecuali Raden, Fira dan Merry.
Bu Desy :”ini soalnya,selamat
mengerjakan” (sambil menyerahkan soal)
Ketiga anak tersebut mengerjakan soal yang diberikan. Setengah jam
berlalu..
Mereka bertiga kemudian
menyerahkan lembar jawaban tersebut. Bu Desy memeriksanya sebentar
Bu Desy :”wah kalian memang
hebat. Hampir semua soal kalian jawab benar”
Fira :”awalnya kami emang
ga bisa bu,tapi kami belajar dan belajar. Kami sadar kami masih punya banyak
potensi”
Merry :”iya bu,kalau mereka
bisa..kenapa kami engga?”
Bu Desy :”kalian memang luar
biasa. Kalian juga masih muda. Masih banyak potensi2 yang ada di dalam diri
kalian. Anak muda itu emang harus bisa”
Ketiga anak tersebut tertawa bersama-sama. Kemudian keluar untuk
menemui Sasa
Raden :”Sa..makasih ya lo
udah mau ngajarin kita2.”
Fira :”iya thanks banget
ya sa”
Merry :”ga tau deh apa
jadinya kalo ga ada lo. Mungkin kita ga bakal termotivasi,mungkin kita ga akan
se kreatif ini dan mungkin kita ga akan bisa ngejawab semua soal2 itu”
Bu Desy :”nah gitu dong..jadi anak
muda harus semangat.kalian pasti bisa.MUDA BISA!”
Sasa,Merry, Fira dan Raden pun tersenyum bersama.
END
Komentar
Posting Komentar